Blog ini boleh dibaca oleh siapapun, yang besar, kecil, muda sampe yang mbah-mbah. Salam Sahabat: Zakiyah Rizki Sihombing

Post Terbaru

Afif, Sosok Inspiratif

| Minggu, 30 November 2014
Baca selengkapnya »
Masih PART 1; bagian mahasiswa berprestasi "yang berkarya", kali ini ketemu sama mahasiswa multitalenta di berbagai bidang. Thanks buat Rapidah Marpaung yang udah ngenalin reporter sama mahasiswa berprestasi ini ya ;)



Oleh : Zakiyah Rizki Sihombing/ Eva Riyanty Lubis

      Raden Mas Afif Handri Nabawi, bagi kalangan siswa dan mahasiswa yang sudah bergelut di forum debating pasti sudah mengenal sosok ini. Adalah mahasiswa stambuk 2012 Psikologi Universitas Sumatera Utara yang telah mengepakkan sayapnya lewat debat semenjak berada di SMA. Pria kelahiran Medan 10 Januari 1994 ini biasa dipanggil “Afif” oleh teman-temannya adalah pria yang sangat aktif di berbagai organisasi seperti; Ansamble musik SMA Harapan 1 Medan, Harapan English Club, Medan Guitar Jam, Youth Jazz Community, Formasi Al-Qalb USU dan USU Society for Debating.

      “Tahun ini aku lebih aktif ke debat sih karena aku jadi Presiden di USU Society for Debating.” Perjalanan debatnya sudah mencapai tingkat tertinggi yaitu ketika ia mengikuti perlombaan debat se-Asia. Berbicara mengenai debat, ia telah menjuarai beberapa perlombaan debat seperti ; Peringkat 10 novice team Asian English Olympic (lomba debat tingkat asia), Juara 1 SOVED (lomba debat se-Sumatera), Terpilih menjadi Adjudicator/ juri di NUDC Batam dan terakreditasi (lomba debat Nasional), 9th best speaker SOVED (tingkat sumatera), Peringkat 23 IVED ITB (lomba debat nasional), Juara 3 pembicara terbaik lomba debat PROVSU, lomba debat PROVSU (team), 2nd runner up USUEDC (lomba debat tingkat USU), Juara 2 Focus Debate (lomba debat kota medan), 2nd best speaker Focus Debate.

Pria cool yang baru saja pulang dari Surabaya untuk mengikuti lomba debat ini ternyata bukan saja berprestasi dibidang debat tetapi ia juga berprestasi dibidang music. “Waw” mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sosok seorang Afif. Kelihaiannya memainkan gitar telah menghasilkan sebuah album instrumental yang berjudul “Alter Ego.” Untuk wilayah Sumatera Utara, albumnya sudah laku hingga 250 album dan dalam waktu dekat kemungkinan Afif bersama produsernya akan mengeluarkan album kedua.



      Bukan hanya itu, ia juga memiliki band bersama teman-temannya. Prestasinya dibidang music terus meroket seiring berjalannya waktu, terbukti dari kemenangannya dari berbagai festival antara lain ; Best guitarist Axis Band Competition 2011, finalis (peringkat 4) Medan Guitar Competition GitarPlus 2013 (Gitar Solo), Juara 1 pada UFO (festival band SMA Harapan) 2010 dan 2011, Juara 1 pada SUPERBOX (festival band Se-kota Medan) 2010, Opening act Samsons dan D’masiv di lapangan Benteng 2008, Peringkat 19 Guitar Competition di Medan 2009, Juara 1 Festival Band umum sekota Medan LP31 2012.


      “Jadilah pribadi yang unique karena sebenarnya kita tidak perlu sukses tapi kita perlu beda” begitulah Afif menuturkan, ia menjelaskan agar dikenal dan bisa mendapat relasi juga bersosial kita harus menjadi pribadi yang beda dan unique. Menjadi diri kita apa adanya serta mencari dimana kemampuan kita yang sebenarnya adalah kunci utama menjadi sosok yang berprestasi.

      Debat dan music. Prestasinya tak hanya berhenti pada dua bidang itu saja, ia juga memiliki segudang prestasi lainnya yang dapat dibanggakan seperti ; Juara 3 Mahasiswa Berprestasi USU 2014, The Best Talent pada awarding night SMA Harapan 1 Medan 2011, “favorite student in the top class XI Science 1” SMA Harapan 1 Medan 2010.

      Keaktifannya diberbagai organisasi kampus, nonkampus, debat, music dan kegiatan lainnya tidak menjadikannya lupa terhadap kewajibannya belajar di kampus, “Selain jago debat dan music, IPnya juga tinggi” komentar Pida yang merupakan teman satu stambuknya di Psikologi.

      Untuk mendengarkan dan mengetahui karya Afif bisa mencarinya di Youtube dan SounCloude miliknya yang merekam jejak karyanya. Atau bisa bergabung di forum debat kota Medan. “Sebenarnya jiwa aku dimusic karena itu hobi aku, tapi aku juga suka debat” tutupnya diakhir wawancara sore itu.



Afif, Sosok Inspiratif

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Minggu, 30 November 2014
With 0komentar
Tag :

Minat Fotografi di Kalangan Mahasiwa Tinggi “Saatnya Memotret dan Dipotret”

|
Baca selengkapnya »
PART 1 :
Ini nih hasil dari gegana ngejar deadline seminggu lalu. Jadi reporter tamu itu menyenangkan tapi susah dijalani wkwkw :D . Harian Medan Bisnis 30 November 2014



Oleh : Zakiyah Rizki Sihombing/Eva Riyanty Lubis


      Dewasa ini tidak dapat dipungkiri bahwa fotografi sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia terutama remaja. Kegiatan fotografi pun sudah dapat dilakukan oleh siapa saja. Dengan berkembang pesatnya berbagai macam android dan kamera, menjadikan remaja gemar memotret dan dipotret. Remaja ingin bereksis ria di manapun berada dengan kamera yang mereka miliki. Hal ini menunjukan betapa tingginya minat remaja terhadap dunia fotografi.

      Fotografi berasal dari bahasa Inggris yakni photography. Dalam bahasa Yunani photography memiliki arti berupa Fos: Cahaya dan Grafo: Melukis atau menulis. Sehingga disimpulkan adalah proses melukis atau menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek pada media yang peka cahaya. 

       Alat paling populer untuk menangkap cahaya inilah yang disebut dengan kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat. Prinsip fotografi sendiri adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan. 


      Untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma dan Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

      Perkembangan teknologi fotografi sendiri saat ini menyebabkan fotografi tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk mendokumentasikan suatu peristiwa saja tetapi fotografi telah berkembang menjadi karya seni yang bergengsi. Dapat kita ketahui bersama juga bahwa fotografi memiliki karya seni yang bernilai tinggi, karena dari sebuah foto dapat mewakili ribuan kata, ajaib bukan? Komunikasi visual yang dihasilkan oleh foto ternyata mampu memberikan berbagai persepsi bagi yang melihatnya.

      Remaja di kota Medan khususnya tampak sangat menggemari dunia fotografi. Berbagai komunitas fotografi yang ada di kota Medan adalah bukti dari ketertaikan itu, salah satunya Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi Universitas Sumatera Utara (UKMF USU). Remaja bukan saja menjadikan fotografi sebagai hobi yang biasa tetapi juga menganggapnya sebagai kebutuhan, terlihat dari antusias remaja kota Medan mendatangi pameran fotografi dari UKMF USU di D’la PAN Coffe & Resto beberapa waktu lalu.

      Dilihat dari segi manfaatnya sendiri, fotografi dinilai mampu menampung emosi disetiap jepretan yang dihasilkan oleh fotografernya. Tidak hanya itu, fotografi juga diakui mampu meningkatkan komunikasi visual bagi yang melihatnya, serta dapat mengasah kemampuan membidik sebuah foto agar terlihat sempurna. Seperti yang diakui oleh Sari, salah seorang anggota UKMF USU, “Dengan fotografi kita dapat menumpahkan emosi kita dari setiap jepretan.”

      Karena hal tersebut, tidaklah salah kalau dikatakan remaja sangat menggilai dunia fotografi. Dan harapannya semoga dunia fotografi di Indonesia bisa semakin berkembang dengan pesat. Sehingga tidak menutup kemungkinan karya anak bangsa Indonesia diterima dengan baik di Negara luar. So, teman-teman karya belia, ayo bergabung di kegiatan fotografi.

KOMENTAR MEREKA TENTANG FOTOGRAFI ;





Minat Fotografi di Kalangan Mahasiwa Tinggi “Saatnya Memotret dan Dipotret”

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :
With 0komentar
Tag :

Menulis dengan Kebahagiaan

| Jumat, 28 November 2014
Baca selengkapnya »
10301604_763413970358938_8525237943325361727_n

Zakiyah Rizki Sihombing

Jika orang lain sudah tertidur pulas, namun ia masih berkutat pada tulisannya. Itulah yang dilakukan oleh seorang Eva Riyanti Lubis setiap malamnya, minimal dua jam dalam sehari ia menulis. Jika orang lain merasakan manfaat dari apa yang ia tulis maka saat itulah kebahagiaan menyelubunginya.

Sosok gadis manis kelahiran 22 tahun lalu itu mulai menulis semenjak SMP dan kini sudah mengahsilkan tiga novel fiksi yang berjudul “Rasa Hati, Putri Ping dan Me and My Heart.”Aktif menulis di berbagai media, karyanya telah terbit antara lain di Harian Analisa, Harian Waspada, Harian Medan Bisnis, Batak Pos, Harian Kompas, Majalah Annida Online, Majalah Gadis dan Majalah Inspirasi.

“Alhamdulillah, ada 4 novel yang sedang coming soon,” jawabnya ceria ketika ditanya tentang berapa novel yang sedang ditunggu-tunggu oleh pembaca setianya. Ditolak oleh penerbit tak berarti apa-apa baginya. Yang terpenting adalah terus menulis dan berkarya. Semangat menulis yang sampai sekarang masih melekat pada Eva, ia dapatkan dari almarhum ayahnya yang dulu selalu membacakan dongeng dan membelikan buku-buku bacaan untuknya. Tidak heran jika semangat menulisnya tak pernah surut meskipun banyak kritik yang ia terima.


Selain berkarir lewat tulisan, Eva juga telah menjuarai berbagai perlombaan seperti Juara 3 lomba baca puisi tingkat SMA Padang Sidimpuan 2009, juara 2 lomba baca puisi tingkat Tapanuli Selatan 2010, peserta lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional oleh DIKTI 2010, salah satu pemenang menulis esai bertema “impianku” oleh Annida Online 2012, juara favorit 1 lomba esai oleh PWI Tapanuli bagian Selatan 2013, juara 3 lomba Karya Tulis Ilmiah oleh Kementrian Agama Padang Sidimpuan 2014, juara harapan 1 lomba “News Presenting” oleh Bank Sinarmas dan Kiss FM 2014.

Perempuan cantik yang tercatat sebagai mahasiswi di STT Politeknik Poliprofesi Medan ini juga aktif di komunitas menulis seperti KSI Medan dan CENDOL Universal Nikko untuk mengayuh sampan menuju pulau yang bernama kesuksesan.

“Hanya ingin bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, karena sukses itu adalah bisa bermanfaat buat orang lain dan tidak harus punya uang yang melimpah, yang terpenting lagi adalah menulis dengan bahagia” tutupnya dengan senyum yang mengembang.

Menulis dengan Kebahagiaan

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Jumat, 28 November 2014
With 0komentar
Tag :

Jarak yang Terlalu Jauh

| Rabu, 26 November 2014
Baca selengkapnya »
Oleh : Zakiyah Rizki Sihombing



Dari jarak yang terlalu jauh

Kusampaikan rindu yang terlalu ampuh

Dari jarak yang terlalu jauh

Kutangguhkan rindu yang sungguh



Kepada kau si pemilik cinta

Terima kasih kuberucap doa

PadaNya sang maha cipta

Terima kasih yang tak pernah hingga



Pada Jarak yang terlalu jauh

Kita tak mampu bersitatap

Apalagi saling memegang erat

Suaramu adalah obat, ceritamu adalah rindu

Tetapi aku masih saja bersendu




Mama, dirimu adalah jauhar

Bagi adinda yang masih dalam tanda tanya

Mama, mengapa engkau terlalu jauh

Untuk kupeluk dan kujabat erat



Medan, 26 November 2014 

22.52

Jarak yang Terlalu Jauh

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Rabu, 26 November 2014
With 0komentar
Tag :

Cerita Ulang Tahun

| Selasa, 18 November 2014
Baca selengkapnya »

Yeay !! sekarang bukan lagi waktunya buat main-main. Udah kepala dua, apaa? kepalaku ada dua? tidaaaaaaaaak.....

      Rasanya kemarin itu aku masih merayakan ulang tahunku yang ke 17 tapi sekarang sudah dua puluh saja. Ah, kalau udah 20 rasanya gak pengen cepat-cepat ulang tahun lagi. Banyak mimpi yang belum tercapai sampai angka ini, masih banyak mimpi yang belum kena contreng. 

      Ya Allah, ampunkan aku dengan kelalaianku, dengan segala kekurangan yang menjadi alibi bagiku, maafkan aku ya Allah. Sekarang aku paham, 'duduk diam' itu hanyalah sia-siaa (cemana mau gerak kalau BBM naik) *loh. Sekarang waktunya cerita tentang ulang tahun (yang di atas tadi masih pembukaan doang haghaghag).

      Makasih berat deh buat panitia tahunan *ceile. Maulida & Meilisa , mereka berdua ini selalu punya sejuta ide buat ngerjain, tapi teteeeeeup aja ketahuan hahaha, dan itu gara-gara kereta. Gak asyik ah, masa ngasi kejutan sebelum hari H, (siapa suruh gak ikut comgath kau ky) hahaha. Seharian aku jadi ngerasa dikawal terus sama si Rifda, ditanyain mau kemana, waktu bilang mau tempat kakakku eh dianya mulai persuasif "udahlah, besok aja tempat kakakmu." Apa-apaan ini, kayak ada yang gak beres wkwkwk. Udah deh karena kakakku gak jelas mau gak mau aku pulang ke kos, eh si Rifda ngintil dengan alasan pengen dibuatin Blog, noh alibi noh. Ternyata udah contact-contactkan sama personel yang udah duluan niupin balon di kos, gak kembung pipinya kan Meilisa dan Maulida? jangan sampe pipinya ngalah-ngalahin aku ya.

      Sampe kos, udah mulai curiga. Kenapa pintu kamar kekunci "Kak Putri mana?" ,waktu ke belakang buat minum, "loh kok ada kereta si Meilisa?" ., ke depan lagi manggil si Rifda yang tadi ngekor, nah dia menghilang. Hahaha taulah aku, dia pasti di kamar buat ngumpet. Mulai deh buka pintu kamar, awalnya udah nebak sih bakal ada mereka, habisnya ada kereta sih di belakang wkwkw, soalnya aku tuh jarang banget pulang kuliah langsung masuk kamar, biasanya ke dapur, ke kamar mandi dulu hohoho.

"aaaaaaaaaaaa....happy birthday to you..happy birthday to you...happy birthday to you..happy birthday to you...dor..dor...dor" nyanyian keras plus letupan balon dari tiga personel yang ngumpet di kamar sambil megang kue tart, ini ngapain? perasaan belum ulang tahun kok wkwkw. Duh duh, kurus mangat eaaa qaqaqaqa balonnya keras banget letupannya hahaha. 



      Udah gitu aja, bukan potong kue kita malah photo-photo *tripod mana tripod. Gila-gilaan foto alhasil fotonya blur sana sini, ahaha yang penting happy ketawanya sih.



      Makasih buat Maulida, panitia tahunan yang selalu buat kejutan.Ini tahun ketiga kita sama-sama kan :') *pukpukpuk peluuuk ah. Makasih buat Meilisa panitia tahunan yang istilahnya "gak ada lo gak rame" karena suaranya yang paling keras teriak waktu aku buka pintu hahaha, makasih buat Rifdatus yang udah jadi pengawal seharian, dengan alibi yang aneh-aneh itu, kalau gak ada si Rifda pasti gak sesukses ini, iya kan :P .

***

     Sekarang sudah malam, aku berniat tidur lebih awal karena besok mau bangun pagi-pagi buat ngejar hafalan Fahmil Qur'an. Tiba-tiba sms masuk berulang-ulang, ada temen yang mau datang padahal udah hampir tengah malam "ngapain sih" aku sewot, tapi dia bilang "kangen" ah, temenku yang satu ini selalu aja bilang kangen mestipun gak kangen hahaha. Dan alhasil udah nyampe di kos dia ndak bisa pulang karena kejebak hujan, "rasain" ujarku di dalam hati wkwkwk. Gak jelas juga datang ntah ngapain kan, betah banget nongkrong di kos, kena marah siskamling baru tau haghaghag.

      "Nanananananana" bunyi sms masuk. Kulihat contact di handphoneku ada nama "Babah" , duh tumben-tumbenan Babah sms tengah malam gini, ada apa ya? aku mulai deg-degan, jangan-jangan beliau tahu kalau anaknya lagi begadang. Ngeliat isi smsnya, sumpah terharu banget, untuk pertama kalinya Babah sms ngucapin selamat ulang tahun buatku, biasanya ndak pernah hihihihi, aaaa peluk Babaaaaah {{}}.

      Ada suara nyanyian birthday lagi, taraaaaa.....kali ini bener-bener terkejut, sudah lewat jam 12 malam, artinya sah lah sudah umur berkepala dua, andeyo...masih dalam keterkejutan, lilinnya udah meleleh, mau niup gak tega, ulangin dong biar ada videonya haghag, untung ada temen yang mau disuruh jadi videografer, ada untungnya juga datang malam-malam hihihi..



      Dan itu beneran diulang, aku style pake jilbab dulu biar bisa upload di sosmed gitu. Jadilah nyanyi-nyanyi birthday beneran dengan balon yang udah ditiupin Maulida dan Meilisa tadi siang, lumayan buat ngeramein difoto.


      Thanks buat Kak Dhana eh Kak Putri deng aku manggilnya, temen satu kamar selama tiga kali ulang tahun di Medan. Thanks buat Uut temen satu kos setahun terakhir yang ternyata berasal dari kampung yang sama, Thanks buat Riyona temen satu kos setahun terakhir yang ternyata LDR-an temen di MAN wkwkwk, Thanks buat kalian semua, udah jadi temen yang baik selama ini, buat kejutannya, aku bener-bener terkejut..kadonya juga aaaa suka banget. 



Oh iya ada yang lupa, makasih buat videografer--temen yang udah datang malam-malam dan pasti ndak mau namanya dituliskan di catatan ini hehehe, iya kan? atau aku tulis aja, namanya itu...hahaha ndak ah dari pada ntar ngamuk.

***

      Pagi hari di tanggal 14, aku memutuskan bangun pagi-pagi buat menghafal dan setelah itu OTW ke acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Universitas Sumatera Utara 2014 bareng temen satu tim, namanya Naili. Setelah acara selesai balik lagi ke kos buat istirahat dan pergi lagi ke kampus buat kuliah, tapi apa yang terjadi....haaaaaah...menyebalkan..di dalam kelas cuma ada satu orang yang datang padahal jam udah nunjukin waktu masuk kuliah, dosennya juga gak keliatan. Ternyata temen-temen yang lain pada gak masuk karena pergi ke acara communication gathering, aku cuma bisa ngeliat dari lantai dua kepergian mereka dengan rasa iri "aku juga pengen ikut, tapi ndak bisa" hiks. Oke, aku sok-sok tegar, berharap pak dosen datang dengan mahasiswa yang cuma dua orang. Tapi..tiba-tiba senior datang, perasaanku mulai gak enak.

"Dek, masuk apa? Manhum ya? 

"Iya Bang"

"Tadi Bapak itu pesan ke Abang, kalau kalian nggak masuk hari ini"

"Apaaaaaaaaaaaaaaaaaa" 

Gak masuk abang bilang? kucubit boleh Abang? ngeselin lah Abang ini, eh enggak deh, yang ngeselin itu dosennya haghaghag.

      Yaudah deh, aku mutusin buat ke tempat kakakku di ujung kulon sana. Diperjalanan pulang dari lelahnya perjalanan yang menyebalkan hari ini aku berharap angkot melaju dengan sekasama, rasanya gerah beuuuud. Buka pintu kos, tiba-tiba ngeliat ada kado, aaa dari siapa ini duh senengnya..hihihihi.



      Ada doraemon kece, rupanya dari Ichaaak dan boneka doraemon satu lagi dari siapa? Ayo tebak siapa, surprise banget ternyata dari yangeku Chintya yang sedang berada Jauh di Pekan Baru. Makasih ya Chak, botol minumnya favorite banget bagiku, porsinya juga pas. Makasih ya yange Chintya tahu banget kalau aku lagi pengen boneka doraemon, sumpah bener-bener terkejut dengan kadonya, gak nyangka kalau punya temen yang se so-sweet Chintya hahahaha.


      Saatnya mandi, pake baju tidur terus niatnya bobok biar besok bisa bangun pagi buat ngafal Fahmil. Brem..brem..brem...apaan tuh, ngintip dari jendela ada temen yang datang, tidaaaaak...kosan lagi berserak banget, mau gak mau jadi kincah kirap neriakin temen kos buat bantuin beresin, maaf ya we jadi ngerepotin wkwkwk. 

Nah silahkan masuk tamu jauh, ada sepasang kekasih yang datang, itu si Ajung dan Dini. Mereka berdua ini udah pacaran lebih dari empat tahun, langgeng banget yah, siapa dulu mak comblangnya *eh. Karena mereka datang, ndak jadilah aku bobo cantik jadi memutuskan buat nostalgia bareng kedua temanku ini, alhasil cuma ketawa-ketawa ndak jelas. Eh rupanya sebelum mereka pulang, aku dikasi kado...aaa senengnya, makasih ya Dini, banyak banget kadonya duh bahagianya hihi ada Doraemon lagi :D ciyeee Zakiyah dua puluh tahunnya bareng doraemon, iya doraemon.



      Oh iya, buat Ummiku, Ummi sejagat raya yang paling ngerti anaknya, terima kasih banyak ya Mi, meskipun diulang tahun ke-20 kali ini Eqy ndak bersama Umi, tapi Ummi tetap di hati Eqy, makasih juga Mi kado yang paling istimewa dari Ummi dan Babah yaitu sebuah benda yang udah Eqy impikan dari dulu akhirnya bisa Eqy miliki, insya Allah bisa jadi motivasi Eqy buat belajar lebih banyak.



      Syukron buat adik-adik serta kakaku yang udah menjadi saudara paling setia selama ini, kadonya ndak usah, ntar aku pilih sendiri aja *loh hahaha becanda ya. Oiya makasih juga buat calon abang Ipar, dompetnya awak suka banget kok, makasih ye Bang Ipuuul :) , fotonya nyusul ya Bang hehe.

Buat semua teman-teman yang ingat ulang tahunku, terima kasih banyak ya, tanpa kalian aku bukanlah apa-apa, tanpa kalian aku bukan siapa-siapa, kalian segalanya.


Buat kamu yang jauh disana, cepat pulang , cepat kembali. I'm waiting for you :*


Udah ah, segini dulu ya catatannya, kalau ada waktu insya Allah dilanjutin lagi :)

Selasa Malam, 18 November 2014
20:53 WIB
Zakiyah Rizki Sihombing



























Cerita Ulang Tahun

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Selasa, 18 November 2014
With 3komentar
Tag :

Tentang Seorang Babah

| Rabu, 12 November 2014
Baca selengkapnya »
      Satu-satunya pria yang membuatku bertahan ketika jatuh dan tak menyerah itu kupanggil "Babah."
      
      
Babah adalah sosok yang paling kukagumi didunia ini, beliau selalu memanjakanku diwaktu kecil, tapi ketika aku meranjak dewasa ia mulai menjaga jarak denganku . Mungkin karena statusnya sebagai seorang ustadz di kampungku. Aku berbicara dengan Babah ketika ada yang penting saja, untuk sekedar becanda itu jarang sekali terjadi diantara aku dan Babah. Babah akan bercanda pada kami semua tetapi tidak secara personal.

      Adik-adikku memanggil pria berparas sejuk itu Ayah. Berbeda dengan aku dan kakak pertamaku, kami memanggilnya Baba terkadang Babah. Aneh ya? aku sendiri juga merasa aneh, kami memiliki Ayah yang sama dengan panggilan yang berbeda. 

      Sejak kecil Ummi mengajarkan kepadaku dan kakakku memanggil pria berparas sejuk itu dengan sebutan Buyah, tetapi karena ketika itu kami celat jadilah sebutan Babah. Panggilan itu terus melekat sampai sekarang, Mengapa adik-adikku memiliki panggilan yang berbeda? kejadian itu berawal dari adikku yang nomor tiga mengatakan begini; 
"Ummi, semua orang punya Ayah tapi kenapa kami cuma punya Babah? Nanda gak mau panggil Babah lagi, Nanda mau manggil Ayah"
Yap, dan itu mengikut hingga adik yang nomor empat dan lima.

      Babah orang yang paling paham akan kebutuhanku, aku ingat dimasa kecil beliau selalu membelikanku majalah BOBO kemudian menyuruhku menjawab pertanyaan yang ada di dalamnya, kalau jawabanku benar aku akan dibelikan majalah BOBO edisi yang akan datang. Dari situ beliau mengajarkanku bagaimana caranya berusaha untuk mendapatkan sesuatu bukan hanya dengan meminta.

      Babah adalah seorang guru bahasa arab sekaligus kepala sekolah di Madrasah Tsanawiyahku, tetapi aku tak pernah mendapatkan pelajaran khusus mengenai bahasa arab di rumah. Beliau membiarkanku belajar dan berusaha sendiri ketika terkadang aku meminta bantunnya menyelesaikan PR bahasa arabku. Babah mengajarkanku arti "kemandirian" padaku, aku terus berusaha menjadi murid yang pintar di kelas ketika beliau mengajar, aku selalu maju ke depan ketika ia menyuruh murid untuk menyelesaikan tugas yang ia berikan. Aku selalu ingin menjadi yang terbaik dimatanya, bukan dimata teman-temanku.
      Ketika aku menduduki bangku Madrasah Aliyah beliau tak sekalipun mengantarkanku ke sekolah, padahal yang aku ingat kakakku pernah diantarkan olehnya. Terkadang aku iri. Meskipun aku bangun kesiangan dan tidak mendapat angkutan menuju sekolah, beliau membiarkanku (rasanya aku ingin menangis saat menulis ini). Disaat itulah aku sadar bahwa dia percaya padaku, dia membiarkanku menaiki sepeda motor menempuh perjalanan yang memakan waktu kuring lebih 40 menit melewati jalan lintas sumatera, yang hal itu tidak pernah sekalipun dilakukan oleh kakakku.

      Babah yang kukenal sebagai sosok yang tegar ternyata meneteskan air mata untuk pertama kalinya di depanku ketika ia harus meninggalkan aku dan saudaraku untuk berangkat ke tanah suci. Itulah air mata pertama yang kulihat menetes dari matanya. Ingin aku menghapusnya tetapi aku tak bisa, ingin aku memeluknya tetapi aku tak sanggup karena disaat itu yang aku mampu hanya menghapus air mata yang terus menetes di pipiku.

      Aku semakin dewasa, sekarang aku duduk dibangku kuliah. Ketika aku mendapati kabar kelulusanku di Universitas Negeri yang aku impikan, aku menyalaminya memohon doa dan restunya untuk mengizinkanku menuntut ilmu disana. "Ba, alhamdulillah Eky lulus di USU" kataku bersemangat ketika itu, saat itu aku melihat kebahagiaan besar yang tergambar dari wajahnya.

      Tatkala aku pergi merantau untuk pertama kalinya ke Medan, Babah tak mengantarkanku. Aku hanya ditemani oleh Umii. Tapi aku tahu beliau pasti akan sangat merindukanku, aku yakin itu. Aku melihat rasa rindu dari matanya ketika aku balik ke kampung untuk menemuinya. 
      Aku memang suka menulis sejak dulu, tetapi aku aktif menulis semenjak tinggal di Medan, aku mulai mengirimkan karya-karya terbaikku ke media massa. Ketika terbit Babah adalah orang pertama yang akan kukabari dengan rasa bangga. Kuketahui belakangan bahwa Babah selalu membeli koran ataupun majalah yang menerbitkan karyaku, aku terharu.


      Ba, sekarang Eky udah besar. Dua hari lagi umur Eky 20 tahun, tetapi Eky masih merasa sebagai anak kecil bagi Babah, Eky selalu merepotkan Babah dengan segala hal yang ingin Eky capai, maafkan Eky ya Bah. Eky sayang Babah..


Bah, selamat hari Babah. Semoga suatu saat Babah bisa baca tulisan sederhana yang Eky tulis malam ini. Ana Uhibbuka Abi..

Rabu malam, 12 November 2014
20.30 WIB.


























Tentang Seorang Babah

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Rabu, 12 November 2014
With 0komentar
Tag :

AJUNG

| Selasa, 04 November 2014
Baca selengkapnya »
Oleh : Zakiyah Rizki Sihombing


NB : INI CUMA FIKSI DAN HANYA FIKSI, TIDAK ADA UNSUR KESENGAJAAN DIDALAMNYA. 


“Kalau kamu perginya sama Ajung baru mama bolehin”itulah yang selalu dikatakan mama ketika aku ingin pergi dengan teman-temanku. Gimana gak nge-betein coba, mau jalan aja mesti kali sama si Ajung, mentang-mentang Ajung temanku dari lahir, dari TK-SD-MDA-SMP-SMA sama terus dan satu kelas pulak, untungnya aja kuliah gak sama lagi, uh .... Ajung nyebelin banget sih lo.

“Jadi Mama lebih percaya sama Ajung daripada sama Sisi?”

“Bukan gitu sayang, kalau ada apa-apa gimana, siapa yang nolongin kamu”

“Ih Mama,yang ada tuh Sisi yang jadi pusing kalau jalan sama dia, abisnya dia tuh selalu balapan di jalan, Mama mau Sisi jatuh ? lagi pula tante ida sering banget nelfonin Sisi nanyain dimana Ajung, si Ajung selalu matiin hape, nyebelin lo Ma”


Tiba-tiba Ajung datang, ngetok-ngetok pintu manggilin nama gue, sengaja gak gue bukain pintu, biar tau rasa. Gara-gara dia gue gak bebas.

“Tuh bukain pintunya Si”

“Males ah, si Ajung kan anak Mama, jadi Mama aja yang bukain pintu” ujarku sambil pasang muka kesel. Selintas kulihat wajah mama yang kemudian geleng-geleng kepala melihatku.


Ajung memang sahabat yang baik, dia selalu kasi gue uang jajan kalau gue lagi gak punya duit untuk makan bakso Mas Broto, tapi gue ngerti sih, uang jajan yang dia kasi tidak lain tidak bukan juga untuk nutup mulut gue. Iya, biar gak gue aduin ke tante ida kalau dia suka balap-balap bawa gue. Tapi, gimana pun dia tetap sahabat gue, anak tidak sengaja mama gue, eh maksudnya si Ajung itu tanpa sengaja udah ikutan manggil mama gue dengan sebutan “mama” juga kayak gue.

“Jung, Jung, ngapain sih lo kesini, bĂȘte gue liat muka Lo”

“Lah, tadi gue ditelfon mama Sisi katanya elo mau pergi dan gue disuruh nemeni”

Nah dia ngulah lagi, dia selalu manggil mama gue dengan sebutan “mama Sisi” katanya sih karena gak mau dosa manggil nama asli mama gue yang sebenarnya.

“Gak jadi, capek deh diekorin terus sama lo”

“Ih, elo ya. Emangnya tadi elo mau kemana?”

“Mau makan ice cream bareng teman-teman gue, tapi gak jadi karena males aja kalau perginya sama elo”

“Emangya kenapa kalau gue ikut, elo gak nyaman gitu ? udah ah, manja banget sih lo, hari ini gue bayarin deh soalnya gue juga lagi pengen makan ice cream” Ujar Ajung sambil mengintip isi dompetnya kemudian tertawa melihat wajahku yang sumringah karena kesenangan bakalan ditraktir, he..he..he..

“Siap bos”

Seperti biasa, Ajung langsung menarik tangan bajuku menuju motor Ninja kesayangannya. Dia memang luar biasa, selalu bisa buat gue senang bukan kepalang, tapi selalu juga buat gue marah tak terarah. Untungnya sih dia ganteng dan bisa ngebuat gue pede kalau lagi jalan bedua sama dia, ckckck.

Lagi-lagi dia balapan di jalan, tapi yang gue heran dia enggak pernah balapan kalau bonceng teman-teman gue yang lain, kayaknya dia sengaja deh ngerjain gue. Langsung deh gue cubit pinggangnya dan biasanya dia pasti ngerti lalu memelankan jalannya, tapi kali ini dia semakin kencang ngebawa gue.

“Juuuuuuunggggggg, mau mati gue”

Dia diam dan semakin melajukan jalannya, terus gue iseng gelitiki dia karena biasanya dia gak tahan sama gelitikan gue. Eh pas gue gelitiki dia kegelian dan alhasil…”bruuk..bruk..bruukkk… 

***

Tangan kiri dan lutut gue diperban, itulah yang gue lihat ketika gue bangun dari pingsan panjang ,setelah beberapa menit mengingat-ngingat akhirnya gue sadar ternyata gue dan Ajung jatuh dan tertimpa motor pula tadi siang.

“Sus, teman saya mana ? ucapku kepada seorang suster yang terlihat sibuk membereskan obat-obatan disampingku

“Teman yang mana Si ?”

“Eh, Dini ya ? kerja disini lo ?

“Iya Si,tadi gue juga kaget pas liat lo ada disini, kok bisa jatuh ?

Dini ini adalah teman gue waktu SD, waktu SMP dan SMA dia akselerasi 2 tahun . Jadi ya gini, dia udah jadi suster aja , nah gue masih mahasiswa.

“Iya nih, tadi dibawa balapan sama temen gue, lo tahu gak temen gue di ruangan mana ?”

“Siapa ? Gue gak tau”

“Oh iya, gue lupa kalau kita dulu satu SD. Yang gue masksud itu si Ajung lo, masa lo gak tau”

“Oh Ajung, tadi gue udah lihat dia juga di ruangan sebelah. Mau gue anterin? Dini terlihat sumringah menawarkan diri

Nah gue baru ingat kalau dulu si Dini suka sama Ajung waktu SD, Cuma karena kami pisah waktu SMP jadi gak terealisasi deh cintanya.

Dengan perlahan Dini bawa gue nemuin Ajung di ruang sebelah. Gue terkejut, Ajung belum sadar, jantung gue berdebar-debar gak karuan, duh gue benar-benar nyesal, ini semua gara-gara gue. Semakin gue dekatin, semakin gue berdebar. Luka di kakinya, tanggannya, kepalanya membuat gue iba, Ajung enggak pernah kayak gini, dan pertama kali harus ia rasakan karena gue.

Rasanya gue pengen nangis sejadi-jadinya, kenapa gue setega ini sama Ajung, gue tahu ini takdir, tapi ini juga karena gue.

“Jung, lo sahabat gue, bertahan demi gue ya” ujar gue dalam hati

****

Beberapa hari kemudian Ajung siuman, dan gue perhatikan dia jadi dekat banget sama Dini, tapi gue jadi enggak punya kesempatan untuk ngomong ke Ajung , tapi gue ngerti sih Dini suka banget sama Ajung, mudah-mudahan aja Ajung juga suka sama dia.

“Jung, gue mau ngomong”

“ngomong apa Si” 

Tiba-tiba Dini datang bawa makanan buat Ajung.

“Saatnya makaaaaan, Si.. lo pergi dulu deh Ajung perlu istirahat dan makan dulu nih” ujar Dini

Dengar kata-kata itu gue terdiam dan langsung pergi. Kok jadinya gue enggak punya waktu buat ngomong sama Ajung sih.

Gue belum bisa lega kalau Ajung belum maafin gue.


*****
Sudah hampir 2 minggu setelah kejadin itu, gue udah kembali ke rumah sementara Ajung masih butuh perawatan di rumah sakit. Gue selalu jenguk Ajung sepulang kuliah, tapi kesannya kehadiran gue enggak berarti apa-apa karena Ajung selalu sibuk ngobrol sama Dini.

Hingga suatu ketika, gue beranikan ngomong ditengah keasyikan Ajung dan Dini bercerita.

“Din, gue mau ngomong bedua sama Ajung, lo boleh tinggalin kita gak”

“Oh, silahkan” ucapan Dini terasa berat

Akhirnya gue punya kesempatan…

“Jung gue mau minta maaf, ini semua salah gue. Gara-gara gue elo sampai terluka kayak gini, gue udah buat lo menderita”

“Kenapa baru minta maaf sekarang” Ajung cetus

“Gue gak punya kesempatan buat ngomong serius sama lo, selalu ada Dini”

“Nah, sekarang kenapa elo bisa nyuruh Dini pergi ketika gue lagi asyik sama dia?”

“Jung…, karena gue fikir gue harus ngomong sama elo makanya gue lakuin ini”

“Oh”

“Lo, marah sama gue, tolong maafin gue”

Ajung diam, sepertinya dia benar-benar kesal sama gue.

“Yaudah kalau kehadiran gue ganggu elo, gue pergi aja” aku putus asa seraya bangkit dari duduk .

“Heh, mau kemana lo” ujar Ajung sambil narik ujung baju gue

Gue tunduk, untuk pertama kalinya gue ngerasa bersalah sama sahabat gue ini.

“Gue gak marah keleus, ha..ha..ha..gue becanda” Ajung tertawa

“ih resek deh lo, gue kira lo bakalan marah sama gue”

“Sini deh, gue mau ngomong serius”

“Apa”?

“Sisi yang baik, lo itu sahabat gue satu-satunya, gue gak mungkin marah sama lo. Gue jatuh kayak gini, maksud gue kita… kita bisa jatuh kayak gini karena gue balap-balapan bawa lo, jadi ini bukan salah lo, ini salah gue”

“Tapi kan…”gue menyela

“Udah deh, jangan berisik.

“Iya deh, btw kenapa sih lo suka banget bawa gue balapan? Kayaknya lo gak pernah deh balapan selain lagi ngebawa gue”Tanya gue penasaran

“Nah itu lo sadar kalau gue selalu balapan sama lo doang”

“Lantas”?

“dasar bego, jadi lo gak nyadar ? gue itu suka sama lo Si,gue sengaja bawa lo balapan biar lo meluk gue ha.ha..ha..

Gue pandangin wajah Ajung, gue enggak mau terjebak untuk kedua kalinya, ini pasti becanda.

“Lo fikir gue becanda? Gue serius. Tapi gue sadar kalau lo cuma anggap gue sebagai sahabat, benar kan ?

Gue cuma jawab dengan anggukan, enggak mau menyakitinya dengan jawaban gue nantinya.

“Tapi akhirnya, berkat balap-balapan itu gue jadi dipertemukan sama seseorang yang mungkin mencintai gue, mungkin”Ujar Ajung seraya memeletkan lidahnya

Gue membalikkan badan karena ngerasa ada orang dibelakang gue, ternyata Dini. Saat ini juga gue tahu, ternyata Ajung juga menyukai Dini. Gue bersyukur karena sahabat baik gue menemukan “cinta” nya di rumah sakit ini.

Gue berlalu meninggalkan mereka berdua di kamar melati nomor 7 itu, seraya penuh harap bahwa Ajung akan menjaga cintanya tanpa pernah melupakan sahabatnya.


15 JUNI 2014
Kamar Kost !!


AJUNG

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Selasa, 04 November 2014
With 2komentar

Rika Maya Sari, Kunjungi Dua Negara dengan Free of Charge

| Senin, 03 November 2014
Baca selengkapnya »

    
Oleh : Zakiyah Rizki Sihombing





      “I want to live with my own definitions and life is to give, life is to share “ Begitulah Rika Maya Sari Harahap bertutur ketika ditanyai tentang motto hidupnya. Merupakan gadis manis kelahiran Padang Sidempuan Tapanuli Selatan 29 Mei 1992 dan sedang menjalankannya studinya di SI Ilmu Komunikasi FISIP USU stambuk 2012.


      Lahir dari seorang Ibu yang bekerja di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan dan seorang Ayah yang bekerja di lembaga kehutanan yang sangat peduli terhadap lingkungan membuat seorang Rika meniru kegiatan orang tuanya tersebut. Tahun 2011 lalu Ia pun mulai bergabung dengan organisasi Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) regional Sumatera Utara. Beberapa tahun bergabung di KOPHI menimbulkan semangat dan motivasi tersendiri dari diri Rika untuk turut aktif dalam kegiatan volunteer, ia pun memanfaatkan fasilitas internet sebagai acuan utama sumber informasi.

      Selain mencintai lingkungan, Rika ada sosok yang suka dengan kegiatan sosial dan perjalanan. Baginya perjalanan bukanlah apa-apa, yang asyik itu ketika kita mampu menikmati perjalanan dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat buat orang lain. Hal tersebut telah ia buktikan lewat perjalanannya ke Filipina pada tahun 2013 lalu. Berbekal informasi dari internet Rika memulai perjalanannya ke Negara republik di Asia Tenggara tersebut dalam rangka kegiatan Asian Youth Forum. Seminggu di Filipina Rika bersama 4 temannya delegasi dari Indonesia melakukan kegiatan mengajar untuk anak-anak primitive disana,seminar human security, berdiskusi kebudayaan dan isu pemuda “seperti kegiatan volunteer gitu, selain itu kami juga diberikan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan suku asli Filipina” tambahnya. Selain itu, sebagai perwakilan dari Indonesia Ia juga diminta presentasi di depan lebih dari lima ratus mahasiswa tentang Negara Indonesia khususnya pariwisata Indonesia yang bertempat di Universitas Pasig Filipina.” 



       Tidak hanya itu, perjalanannya masih belum selesai. Pada September 2014 Ialu ia pun melangkahkan kakinya ke Negara Jepang yang terletak di ujung barat Samudera Pasifik itu. Acara yang mengusung tema “Sains dan Teknologi” tersebut awalnya menyusutkan semangat Rika untuk ikut karena merasa bahwa acara tersebut hanya dikhususkan untuk mahasiswa teknik tapi ternyata tidak selamanya pikiran jadi kenyataan. Setelah mengikuti seleksi secara online akhirnya Rika dan puluhan teman lainnya terpilih menjadi delegasi Indonesia ke Jepang. Merupakan kegiatan Jenesys 2.0. sains dan teknologi dari kementrian teknologi Indonesia yang bekerja sama dengan kedutaan Jepang.



     “Disana kami mengunjungi pembangkit energy solar, musem teknologi Jepang. Juga terdapat kegiatan home stay dan kegiatan pengembangan pemuda Jepang yang kami turut aktif bergabung dengan orang-orang Jepang” tambahnya ketika ditanya tentang kegiatan sepuluh hari di Jepang.

      Selain dua Negara tersebut, sebelumnya Rika juga aktif mengikuti kegiatan di dalam Negeri seperti; Forum Indonesia Muda. Juni 2013, Padang, Sumatera Barat, Indonesia International Leadership Camp Al-Azhar Youth Leader Institute dan Kementerian Pendidikan dan Budaya, Desember 2012 Jakarta-Bandung, . Interfaith Youth Forum. September 2012, Palembang, dan Youth Leadership Camp. Juli 2012, Aceh.


      Wanita berdarah batak ini mengaku ingin sekali bekerja di lingkup International, dan perjalanan ke luar dan dalam Negeri adalah jalan baginya untuk kemudian dapat bergabung dengan orang-orang yang ada disana. Ia pun terus berlatih dan belajar untuk mencapai mimpinya tersebut. Menurutnya ada beberapa tips agar para pembaca bisa berkunjung serta belajar ke Negara luar sepertinya dengan free of charge, antara lain:

1. Rajin browsing tentang informasi yang diinginkan, gunakanlah internet               dengan bijak.
2. Latihlah kemampuan berbahasa
3. Rajin membaca
4. Ikuti komunitas yang berhubungan dengan hal yang diminati untuk                   memperluas koneksi
5. Hiduplah dengan defenisimu sendiri


“Sampai sekarang aku masih penasaran banget sama hadist yang menyatakan “tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China” ,kenapa harus Negeri China? makanya insya Allah Negara tujuanku yang ingin aku kunjungi itu China, doain ya” jawabnya ketika ditanyai mengenai Negara impiannya.

“Kak Rika itu orangnya hebat dan punya semangat yang tinggi, hanya saja dia masih malu-malu untuk mengekspresikan kejagoaanya” tutur Rizki yang merupakan temannya di organisasi KOPHI.


Senin, 03 November 2014


Rika Maya Sari, Kunjungi Dua Negara dengan Free of Charge

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Senin, 03 November 2014
With 0komentar
Tag :

Sementara atau Selamanya

|
Baca selengkapnya »


Ketika kita nyaman dengan seseorang, saat itulah kita berhak menentukan, sementara atau selamanya ?

      Mungkin Tuhan punya planning besar dibalik cerita besar. Itulah yang tergambar dipikiranku saat ini. Rasa yang diawali canda, larut dalam cerita panjang kemudian jadi nyaman. Entahlah, awalnya tak ada setitik niat pun untuk melukai nama orang lain, tapi berakhir demikian. Yaa, menyayanginya tapi mematahkan hati yang lain. Meski pun tak sengaja, bahkan jauh dari niat meluka tapi rasanya ini memang "dosa."


      Tuhan, terkadang aku tak mampu menerjemahkan rasa yang engkau titipkan. Berpikir untuk menyayangi bukan untuk menyakiti. Tuhan, terkadang rasa ini tak mampu kupertahankan. Tapi...tapi kenyataannya aku tak bisa melangkah jauh, rasa ini mendekapku sampai aku lupa bagaimana rasanya luka.

      Inikah jalan yang engkau pertunjukkan pada hati seorang wanita yang telah tersakiti hatinya, sekali lagi aku bertanya ini sementara atau selamanya? Bila mungkin kiranya kau pertemukan aku dengan sosok yang telah menimang nada rindu padaku maka pertemukanlah Tuhan, tapi biarkan aku memahami arti rasanya yang sesungguhnya, apakah sementara atau selamanya? Jika dia lah pilihan yang akan menjagaku maka biarlah rasa rinduku terus membalut lewat cerita yang sulit untuk disampaikan padanya. 


      Berikan ia penjagaan sebaik-baiknya penjagaanmu, berikan ia nikmat "sehat" yang sesungguhnya, jauhkan ia dari segala duka dan keraguan, hentikan langkahnya ketika itu jalan menuju pintu durjana, kuatkan ia dalam segala usaha.

      Tuhan, jika dia adalah sebaik-baiknya cinta yang engkau titipkan.Mampukan aku menahan hati dari laki-laki yang bertipu daya agar hati ini dapat seutuhnya 'menunggunya' hingga tiba saatnya pertemuan nyata. Dan saat itulah aku dapat memahami rasa yang dimiliknya sementara atau selamanya.




(Teruntuk kau yang selalu kusebut dalam doa)

Senin malam, 03 November 2014

21: 27 WIB

Sementara atau Selamanya

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :
With 0komentar
Tag :

Happy Birthday Putry Awan

| Minggu, 02 November 2014
Baca selengkapnya »


Happy birthday Putri, happy birthday Putri (peluuuk ah)..

Selamat menempuh umur yang ke 20 kali Putri sayang. Semoga kuliah strata satunya cepat selesai. Semoga Allah kasi jalan buat Putri untuk sukses dimasa depan, juga bahagia dunia dan akhirat. 
Kita belum pernah ketemu kan? kapan nih kita ketemu, aku pengen cubit pipi ndut Puty hahaha. Ayo pilih, Puty yang ke Medan atau aku yang ke Yogya. Pengen jalan-jalan bareng nih ;)

Kadonya nyusul ya cinta, tunggu ajaaa. Insya Allah ada meskipun telat. Belum bisa kirim sekarang karena masih penuh dengan kegiatan disini, doaian aku juga ya biar bisa sukses,, yuk sama-sama sukses ;) 

Kalau ada kesempatan buat kesana, temeni aku ya Put :') Sekali lagi, selamaat ulang tahun Putri cantiiik ;)

Happy Birthday Putry Awan

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Minggu, 02 November 2014
With 0komentar
Tag :

Sabtu Penuh

| Sabtu, 01 November 2014
Baca selengkapnya »
"Sabtu penuh" aku menuliskan dua kata itu di pm BBMku pagi tadi.

      Dari beberapa hari yang lalu udah ngintip schedule yang nempel di pintu lemari, dan ternyata 01 November itu jadwal penuh *sok oke kali. Padahal jelas-jelas UTS sudah berlalu, itu artinya aku harus bilang "I'am feel free" (sambil manjat lantai tujuh) , tapi ternyata tidak. Dari schedule yang nempel seharusnya sabtu itu harus ke perpustakaan buat mulangin beberapa buku, juga wawancarain mahasiswi berprestasi buat majalah baru USU, rapat proyeksi PIJAR, briefing anak magang PIJAR dan ikut seminar motivasi menulis dari Abang Tere Liye.


Tapi...apa yang terjadi? ayo tebak..*loh

Dan yang jadi dilaksanain itu cuma beberapa diantara lima, karena jadwal yang gak berjodoh *kenapa gak dijodohin aja coba, kayak Siti Nurbaya gitu.

      Akhirnya, jadilah kegiatan terakhir hari ini datang ke seminar. Well, banyak banget pelajaran yang dapat diambil dari hari ini, kata bang Tere menulis itu ada tiga tujuan mulianya, yaitu menulis untuk menghibur serta menemani, menulis untuk menjadi manfaat dan menulis untuk menginspirasi. Itu yang mulia, kalau yang gak mulia banyak. Misalnya menulis untuk dapat royalti wkwkw.

      Jadilah, malam ini aku nulis. Sebenernya malah nulis yang gak penting sih (ya kayak tulisan yang ini). Tujuanku malam ini menulis bukan seperti tujuan yang dibilang bang Tere tadi, tapi tujuanku cuma karena pengen menuh-menuhin blog doang hehe , gak tau deh ini masuk dalam kategori tujuan yang mulia apa kagak :D

      Kalau diluar sana banyak orang bisa menulis karena bakat, mungkin aku menulis karena hobi. Ya hobi yang udah muncul dari dulu tapi ndak ada action yang jelas, *memanglah aku . Berbicara tentang menulis, sebenarnya aku udah ngedapetin pengaruh besar dari menulis, salah satunya bisa ke luar sumatera, meskipun ndak bisa kuliah disana setidaknya bisa ngeliat-liat aja. Tapi entah kenapa mood nulis itu suka sembunyi gitu kayak petak umpet. Ah, entahlah payah kalau cerita mood *alibi

(Ini cerita apaan sih, kayaknya tadi cerita "sabtu penuh" deh kok malah "cerita nulis."Udah ah, cukup sekian buat hari ini, maaf kepada pembaca kalau tulisan ini gak bermanfaar karena tujuannya cuma buat menuhin blog doang ) *mikir keras, emang ada yang baca? mudah-mudahan ada hahahaha.

Sabtu malam, 01 November 2014
22.36 WIB


Sabtu Penuh

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Sabtu, 01 November 2014
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲