Blog ini boleh dibaca oleh siapapun, yang besar, kecil, muda sampe yang mbah-mbah. Salam Sahabat: Zakiyah Rizki Sihombing

Post Terbaru

Hey You, Meilisa

| Minggu, 17 Mei 2015
Baca selengkapnya »
"Karena menjadi yang terkahir lebih indah" AtuAlaa



Haluuuu Meilisia Puspadini? apa carik kak? kemeja Jokowinya? Pemutih pelangsingnya ? hihihi. Jawaban yang bener pasti lagi nunggu-nunggu aku nulis tentangmu kan wee…ek :P. 

Meilisa. Satu nama yang sudah memberikan banyak kesan manis di hidupku. Perkenalan kami terjadi begitu saja, awalnya dia hanyalah sebatas teman se-angkatan tapi kini dia sudah melebihi keluarga bagiku. Dulu karena dia dekat sama maul jadilah dekat samaku juga *emang gitu kan ya Mel?

Wanita satu ini selalu bersikap manis-manis manja (catat: bukan hanya sama pria tapi sama wanita juga hahaha). Eits jangan negthink dulu, maksudnya dia itu lebih kayak adek-adek padahal jelas-jelas umurnya lebih TUA dari aku dan anak sulung pulaknya, menye-menyeenya itu lah mel jadi Icon dirimu banget ckckck. Mungkin, suatu hal nanti kalau kami sudah gak sama lagi yang paling kurindukan adalah suaranya dengan nada menye-menyenya. Tapi meskipun begitu tak ingin betul berpisah dengannya dalam hal apapun itu *pala ko senyum mel :P

Mungkin catatan ini gak disiplin, eits bukan catatannya sih tapi orangnya. Maafin ya, adek baru sempat nulisnya tau sendirikan sibuknya kita semester ini gimana. Telaat-telat seminggu boleh laa, hehehe…lagian kan biar bahagianya gak numpuk disatu hari aja, jadi catatan ini bisa dikategorikan kejutan dadakan *eh tekejut gak mel, gak ya? :(



Inti catatan ini sebenarnya, ya…tau sendirilaah. Cuma mau bilang “Happy birthday my beloved friend, I always love you…semoga ko tetap jadi Meilisa yang baik hati, yang selalu ada buat kita. Dalam artian, harus ingat kita meskipun lagi sama doi. Jangan suka meluk-meluk sembarangan yooo, mamam lah tu LDR-an ambil guling sana” hahaha.

Eh gak terasa ya udah lama kita temenannya, lebih tepatnya sahabatan, keluargaan. Kapan main ke rumah lagi? Kemarin katanya mau ke Kisaraan, rupanya malah jalan-jalan dan gak ngajakin AtuAla, jahaaaaat !! ngambek nih…gantinya harus ajak aku jalan-jalan ke Sibolga, harussssss !! Bilangin ke your mampap Atualaa yang paling kece pengen main kesana, pengen buat liputan, pengen foto-foto, pengen main air, pengen berenang tapi gak pande uuh…


Kalau seandainya ada yang nanya samaku “apa yang paling kau ingat tentang Meilisa” aku bakal jawab “Meilisa itu orangnya pengertian, selalu ada, selalu bisa, selalu baik, selalu menggek, dan selalu meluk-meluk.” Bener kan Mel? Gak salah aku kan ? “Kalau gak sama-sama dia lagi pasti bakal rinduuuuu banget, karena keberadaanya tak tergantikan” :’)

Ulang tahun kali ini pengen dapat kado apa Mel? Gak usah pake kado yah hahaha kan udah ada Ogi yang datang jauh-jauh sebagai kado terspesial tahun ini, kalau awak apalah hanya butiran rengginang *becanda. Maafin ya Meilisa sayang, di hari ulang tahunmu aku sama Maul gak bisa kasi yang luar biasa. Semuanya juga karena waktu, mading itu kami buat malam-malam di sela-sela kumpul publisitasku yang ngejar-ngejar deadline tulisan. Tart beserta pernak-perniknya juga dibeli dadakan karena seharian minggu itu aku disibukkan sama kerjaan rumah dan kumpul APM di birek dan bahkan malam dimana aku datang ke rumahmu harusnya aku ke radio buat on air sama Diurnarii tapi aku belain absen demi momen ultahmu yang tak tergantikan *so sweet kan aku wkwkwk. Tapi rupanya surpisenya gagal, ah Meili gak asyik ah…udah tau kami penuh perjuangan eh malah digagalin harusnya pura-pura gak tau aja napaaaa :( . Setujukan Ul, Dlan, Leh, Ka, Li, Rif ?
 

Kadonya, ini. Pengen aku kasi secepatnya. Semoga ko sukaaa ya, rajin-rajin dipake. 

Terakhir…pesanku “Kelak, kalau kita jauh jangan lupa aku ya apalagi kalau kita dekat, kita harus sama-sama sukses di masa depan, ayo kita belajar bener-bener biar cepat wisuda dan cepat nikah *eh maksudnya cepat sukses. Maafin aku kalau selama ini sering buatmu sakit hati, tetapi mengertilah sebab itulah aku yang apa adanya, yang selalu mengatakan blak-blakan apa yang kurasakan sampai lupa jaga perasaan orang, maafiin ya. Semoga Meilisa selalu sehat dan tetap jadi yang terbaik buat Mampap, buat kita, buat semuanya.”


Ini catatan apa adanya, untuk Meilisa tercinta *tsaaah.

Hey You, Meilisa

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Minggu, 17 Mei 2015
With 0komentar

Hari Ini

| Senin, 04 Mei 2015
Baca selengkapnya »

abuthalhah.wordpress.com 

Hari ini Bunda, aku kembali mengulang kenangan. Tentang perjuangan yang tak usai kupertaruhkan demi sebongkah harapan, asa dan cita. Hari ini Ayah, aku kembali mengingat resah, tentang kesempatan yang tak engkau persilah. Hari ini adik, aku kembali meronta ujar, tentang kalian yang begitu mudah sementara aku bersusah.

Hari ini, kuperlihatkan. Aku bukan lagi gadis kecil dengan tawa resah yang kerap berujar lewat doa dan air mata, aku bukan lagi gadis kecil dengan pinta gelisah takut berujar untuk meminta.

Hari ini aku adalah gadis cantik kebanggaan sang peneduh cinta, ingin kumenyatakan kebisaanku pada Bunda dengan kesaksian toga yang segera kukenakan. Tapi apakah Bunda percaya bahwa aku bukan sekedar menderai cerita. Aku ada.
eritazurahmi.com

Hari ini Ayah, kuungkapkan terima kasih karena ketidakmampuanmu berjarak denganku. Aku memahami benar khawatir dan rindumu yang menderu-deru karenaku. Tapi, apakah Ayah sadar ini adalah mimpi terbaik yang pernah kumiliki? Aku menggapainya karena Ayah yang tak percaya aku mampu meraihnya.

Hari ini aku tak ingin sekedar menjamah gerabah yang berlimpah. Aku ingin tumbuh seperti girah yang merekah. Untuk Ayah. Aku enggan terus-terusan bersenda. Aku hanya ingin hidup bernada menjadi pinda, untuk Bunda. Adik, bukankah kau penyelidik paling baik? Karena itu, jangan pandang aku selirik. Lihatlah aku seolah delik paling baik, bukan malah menyerik.
fppi.fkip.unila.ac.id
Tanpa cinta dari sang peneduh cinta. Hari ini, aku bukanlah apa-apa. Mungkin saja hanya seonggok karat yang melarat. Tanpa cinta dari sang peneduh cinta, hari ini aku bukanlah siapa-siapa. Mungkin hanyalah kelumit yang menahan jerit atas luka yang melilit.

Tetapi, karena cinta dari sang peneduh cinta. Aku bisa menghapus resah apalagi gelisah. Lihatlah….lewat cinta, kalian telah menjadi penggugah paling megah milik Zakiyah.

Hari ini, terima kasih yang berlimpah pada Ayah. Terima kasih penuh cinta pada Bunda. Terima kasih paling indah pada ke-empat Zakiyah di rumah.

Saksikanlah, antero kampus milikku. Dibalik riuh kelak akan ada aku dengan sunggingan senyum paling baik. Menimang kemenangan atas perjuangan. Membawa toga dengan tawa dan sejuta cerita penuh cinta.
asljadi.blogspot.com

Hari ini, bukan kuterjemahkan usai tetapi ancang menuju gemilang. Sebab kemenangan akan menjadi milikku, milkmu……milik kalian.

Hari ini, terima kasih atas cinta dari sang peneduh cinta.
keinatralala.wordpress.com



Zakiyah Rizki Sihombing

03 Mei 2015\23.58

nb : puisi ini dibuat atas requestan Kak Afni.







Hari Ini

Posted by : Zakiyah Rizki Sihombing
Date :Senin, 04 Mei 2015
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲