Blog ini boleh dibaca oleh siapapun, yang besar, kecil, muda sampe yang mbah-mbah. Salam Sahabat: Zakiyah Rizki Sihombing

Doni Latuparisa, Aktivis Lingkungan Medan

| Minggu, 29 Mei 2016
Apabila engkau bekerja sungguh-sungguh, berarti engkau memenuhi sebagian cita-cita itu yang pada hakikatnya engkau mencintai kehidupan. Kalil Gibran (bekerja, cita-cita, kehidupan)

Doni Latuparisa KeMANGTEER
Seperti kata mutiara diatas tidak ada cita-cita yang dapat digapai dengan mudah tanpa kerja keras. Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak bisa terlepas dengan adanya cita-cita dan tujuan hidup mereka. Cita-cita sendiri merupakan suatu spirit yang sangat diperlukan dalam menjalani kehidupan karena tanpa cita-cita kita tidak memiliki tujuan hidup.

Seperti yang dilakukan Doni Latuparisa. Doni adalah sosok pemuda yang bekerja keras untuk mencapai cita-citanya. Pria yang baru saja meluluskan pendidikan S1 Antropologinya ini memilki cita-cita menjadi seorang guru ataupun dosen.

Namun, dikarenakan salah satu persyaratan menjadi dosen ialah harus menyelesaikan pendidikan S2 terlebih dahulu membuat ia belum bisa menggapai cita-citanya menjadi dosen saat ini. Doni Latuparisa adalah seorang pemuda yang sangat peduli akan lingkungan. Di usianya yang masih terbilang muda, pria ini sudah sering melakukan kegiatan terkait isu lingkungan. Kecintaannya terhadap lingkungan diawali dengan mendirikan sebuah komunitas peduli hutan mangrove yaitu Kelompok Mangrove Volunteer Medan (KeMANGTEER MEDAN) pada awal tahun 2014.

Doni Latuparisa-Aktivis KeMANGTEER
Doni sebagai generasi penerus bangsa mencoba membangun semangat para remaja lainnya agar mau peduli terhadap lingkungan sekitar terutama terkait masalah hutan bakau, dengan mendirikan sebuah komunitas peduli hutan mangrove. Perjalanan dan pengalam yang telah ia lalui terhadap isu lingkungan membawanya bekerja di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) sebagai sekretaris. WALHI adalah organisasi lingkungan hidup independen, non-profit dan terbesar di lingkungan.

Pengalamannya menjadi pengelola dan pendiri KeMANGTEER membuat doni merasa lebih dekat dengan cita-citanya karena,” aku masih bisa mentransfer ilmu yang aku punya. Dan ilmu yang didapat mereka bakal ngalir terus meskipun aku udah ga ada. Artinya, pahla tetap mengalir bermanfaat bagi orang lain. Sudah kujalani sejak aku pilih fokus berorganisasi” ujar doni.

“karena dengan berorganisasi aku tetep bisa menstransfer ilmu yang aku punya dan banyak kulihat seorang pengajar yang awalnya emang aktif di organisasi juga. jadi yaudah aku jalani aja apa yang saat ini berada di depan mata” ungkap doni.

Saat ini doni sedang mencari beasiswa S2nya agar ia dapat mewujudkan cita-citanya menjadi seoarang dosen. Cita-cita menurut doni adalah pencampain hidup yang harus dikejar. Tidak mudah memang diperlukan kerja keras dan kegigihan dalam menggapainya. Namun, doni tetap berusaha menjadi yang terbaik.Keluarga adalah alasan mengapa ia sampai saat ini. Cintanya terhadap keluarga ia buktikan dengan kesuksesannya. (Radix-Publisher)

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲