Blog ini boleh dibaca oleh siapapun, yang besar, kecil, muda sampe yang mbah-mbah. Salam Sahabat: Zakiyah Rizki Sihombing

CATATAN SEJARAH SUPERSEMAR

| Selasa, 15 Maret 2016

Melihat catatan sejarah Negara Indonesia setelah kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga saat ini tercatat beberapa masa pemerintahan, salah satunya adalah orde lama dan orde baru. Pada masa peralihan orde lama menuju orde baru tepatnya pada tahun 1966 telah terjadi sebuah peristiwa penting yang kini masih tercatat rapi dalam sejarah negara kita Republik Indonesia yaitu sbeuah peristiwa dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret (SUPERSEMAR) yang telah menjadi awal dimulanya masa orde baru.
Surat

Di dalam surat tersebut dinyatakanlah perintah tertulis yang ditandatangai Presiden Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966 , dimana di dalamnya terdapat perintah untuk Soeharto selaku Panglima Komandi Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib)  untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memulihkan ketertiban dan keamanan umum yang memburuk pada saat itu. Sementara tak lama setelahnya Soeharto mendapat perintah kembali untuk melindungi presiden Republik Indonesia pada saat itu beserta keluarga, hasil karya dan ajarannya. Namun, disayangkan perintah tersebut tidak dilaksanakan Soeharto dan bahkan mengambil tindakan sendiri di luar perintah Presiden Soekarno.
Surat

Perintah tersebut nyatanya bukan karena kemauan Soekarno melainkan karna ia sedang berada di bawah tekanan, dimana pada saat itu Presiden Soekarno sedang mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang dikenal dengan nama Kabinet 100 Menteri. Pada saat sidang telah dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal Presdiden Tjakrabirawa melaprkan bahwa terdapat banyak pasukan tak dikenal yang ternyata adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Idris dimana mereka bertugas untuk menahan orang-orang yang telah diduga terlibat dalam G-30-S/PKI, salah satu diantaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.
Soekarno dan Soeharto

Atas laporan yang diterima presiden tersebut, sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II, tak lama setelahnya Presiden bersama Wakil Perdana Menteri I dan II kemudian berangkat ke Bogor menunmpangi helikopter dan disusul pula oleh Wakil Perdana Menteri II. Keadaan tersebut kemudian dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto yang pada saat itu menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani selaku Panglima Angkatan Darat dikarenakan gugur akibat peristiwa G-30-S/PKI.

Sementara Mayor Jenderal Soeharto berhalangan menghadiri sidang kabinet dikarenakan sakit, kemudian Soeharto mengurus tiga orang perwira tinggi angkatan darat menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor. Sesampainya di Bogor, tiga orang perwira tersebut akhirnya menyampaikan amanah Soeharto kepada Presiden Soekarno bahwasanya Mayor Jenderal Soeharto bisa mengendalikan situasi dan memulihakn keamanan yang memburuk tersebut apabila diberikan surat kuasa yang menyatakan bahwa ia diberikan kewenangan untuk mengambil tindakan.
Rapat

Melalui percakapan tersebut akhirnya Presiden Soekarno setuju dan dibuarlah surat perintah yang dikenal sebagai SUPERSEMAR yang ditujukan kepada Mayor Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan berupa keamanan dan ketertiban. Surat tersebut akhirnya dibawa oleh Sekretais Markas Besar Angkatan Darat dan sampai di Jakarta pada 12 Maret 1966 pukul 01.00 waktu setempat.

Berdasarkan catatan sejarah tersebut, banyak yang menyimpulkan dengan pandangan yang berbeda-beda. Beberapa catatan sejarah mengatakan bahwa latar belakang dikeluarkannya SUPERSEMAR adalah sebagai amanah untuk mengamankan situasi yang memburuk serta menertibakan keadaan yang mengacaukan negara akibat peristiwa G-30-S/PKI dimana hal tersebut mengancam stabilitas perdamaian Negara Indonesia dari golongan yang salah agar Indonesia tetap terjaga keutuhannya serta menjaga keselamapatan Pimpinan Besar Revolusi. Sementara pendapat lainnya mengatakan bahwa SUPERSEMAR sengaja dibuat bahkan dimaipulasi oleh golongan tertentu untuk pengalihan kekuasaan.


Catatan sejarah yang berbeda membuat orang-orang yang hidup pada masa ini kebingungan dan terus bertanya-tanya. Kami harus bertanya pada siapa. Selamat Hari SUPERSEMAR.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲